Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akuntansi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Juni 2018

Jurnal Penyesuaian


https://ilmuakuntans.blogspot.com

Jurnal penyesuaian adalah jurnal akuntansi yang mengubah catatan akuntansi perusahaan menjadi berbasis akuntansi akrual. Jurnal penyesuaian biasanya dibuat sesaat sebelum mengeluarkan laporan keuangan perusahaan atau pada akhir periode.

Contoh kasus :

Perusahaan meminjam uang dari bank pada tanggal 1 Desember 2017 dan periode akuntansi perusahaan berakhir pada 31 Desember. Bank pinjaman menetapkan bahwa pembayaran bunga pertama akan jatuh tempo pada tanggal 1 Maret 2018. Ini berarti bahwa catatan pembukuan perusahaan pada tanggal 31 Desember tidak melakukan pembayaran ke bank untuk kepentingan perusahaan yang timbul dari 1 Desember sampai 31 Desember. (Tentu saja pinjaman tersebut membebani biaya bunga perusahaan setiap hari, tetapi pembayaran yang sebenarnya untuk bunga tidak terjadi sampai 1 Maret.) Untuk laporan laba rugi perusahaan bulan Desember secara akurat melaporkan profitabilitas perusahaan, itu harus mencakup semua biaya bulanan perusahaan, bukan hanya biaya yang dibayarkan. Demikian pula untuk neraca perusahaan pada tanggal 31 Desember, harus melaporkan kewajiban untuk bunga terhutang pada tanggal neraca. Penyesuaian diperlukan sehingga beban bunga bulan Desember disertakan pada laporan laba rugi bulan Desember dan bunga yang jatuh tempo pada tanggal 31 Desember disertakan pada neraca 31 Desember. Jurnal penyesuaian akan mendebit Beban Bunga dan kredit Hutang Bunga untuk jumlah bunga dari 1 Desember hingga 31 Desember.

Jumat, 08 Juni 2018

Perbandingan Akuntansi Manajemen Vs Akuntansi Keuangan

https://ilmuakuntans.blogspot.com

Perbandingan Akuntansi Manajemen Vs Akuntansi Keuangan

Berikut adalah perbandingannya, dilihat dari berbagai aspek:

1. Pengguna Utama Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Pengguna utama laporan yang dihasilkan oleh Akuntansi keuangan adalah pihak eksternal perusahaan. Pihak eksternal yang dimaksudkan di sini, yakni para pemegang saham, kreditur (institusi keuangan dan non-keuangan), dan regulator (Badan Pengawas Pasar Modal dan Direktorat Jenderal Pajak).

b). Akuntansi Manajemen – Seperti namanya, pengguna utama laporan yang dihasilkan oleh akuntansi manajemen adalah para pengelola perusahaaan yang terdiri dari para manajer dan eksekutif perusahaan yang lumrah disebut “management” saja.

2. Laporan Utama yang Disajikan
a). Akuntansi Keuangan – Laporan utama yang disajikan oleh Akuntansi Keuangan selalu berupa “Laporan Keuangan” yang terdiri dari:
  • Neraca (Balance Sheet) – Laporan Keuangan yang menyajikan informasi mengenai posisi keuangan perusahaan hingga pada tanggal tertentu, misalnya 31 Desember 2013 (itu sebabnya PSAK saat ini memakai istilah “Lap Posisi Keuangan”.) Isinya: Aset, Liabilitas, Ekuitas Pemilik.
  • Laporan Laba Rugi (Profit and Lost Statement) – Laporan Keuangan yang menyajikan informasi mengenai hasil operasional perusahaan selama satu periode tertentu, misalnya 1 Januari s/d 31 Desember 2013, apakah membukukan laba atau rugi. Isinya: Pendapatan, Beban, Biaya, Laba/Rugi.
  • Laporan Arus Kas (Cash Flow Statement) – Laporan Keuangan yang menyajikan informasi mengenai aliran kas perusahaan; darimana kas masuknya berasal dan digunakan untuk apa saja, selama satu periode tertentu, misalnya 1 Januari s/d 31 Desember 2013. Isinya: Kas dari Aktivitas Investasi, Kas dari Aktivitas Operasi, dan Kas dari Aktivitas Pendanaan.
b). Akuntansi Manajemen – Laporan utama yang disajikan oleh Akuntansi Manajemen beragam dan tidak sama antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain—tergantung jenis dan skala usahanya. Namun laporan-laporannya selalu berupa Laporan Internal, diantaranya berupa:
  • Laporan Kas (Cash Reports) – Laporan yang menyajikan posisi kas setiap hari atau minggu, perbandingan kas dengan forecast dan budget, perbandingan kas periode sebelumnya)
  • Laporan Status (Status Reports) – Laporan yang menyajikan kinerja keuangan dan operasional perusahaan per hari atau minggu. Memuat perbandingan antara kondisi sebenarnya yang sedang terjadi dengan budget dan forecast.
  • Laporan Gaji (Payroll Reports) –Laporan dapat memberi informasi, sampai per laporan dibuat, sudah berapa kewajiban gaji dan upah perusahaan terhadap pegawai per departemen, per orang. Sekaligus membandingkan data tersebut dengan budget dan forecast.
  • Laporan Penjualan dan Biaya (Sales and Expenses Reports) – Laporan yang menyajikan capaian penjualan sampai per tanggal laporan, sudah berapa persen yang tercapai dibandingkan dengan forecast dan budget. Data disajikan per customer (pelanggan) atau per nama marketer/salesman. Di sisi lainnya juga menyajikan biaya-biaya yang telah dikeluarkan hingga laporan yang telah dibuat, apakah masih dalam toleransi budget, bagaimana perbadingannya dengan forecast.
  • Laporan Cost (Cost Report) – Laporan yang menyajikan besaran beban yang timbul dari operasional perusahaan, pada kurun waktu tertentu (untuk cost center bisa jadi harian atau mingguan), tentu saja dilengkapi dengan hitung-hitungan dan analisa-analisa beban/cost yang sangat rinci, per department hingga per aktivitas. Tergantung teknik costing apa yang diterapkan, laporan ini dilengkapi dengan hitungan dan analisa-analisa pelengkap, misalnya berupa “Laporan Selisih” (Variance Report) jika perusahaan menerapkan “standard costing”.
  • Laporan Marjin (Margin Reports) – Laporan yang menyajikan informasi mengenai marjin (nilai penjualan dikurangi harga pokok penjualan) per jenis barang (item) dan per customer (pelanggan). Laporan ini juga dapat memberi gambaran mengenai barang mana saja yang sampai pada saat laporan dibuat mencetak marjin (laba kotor) tinggi, mana yang rendah, dengan pisah batas dan parameter tertentu. Juga, menyajikan informasi mengenai penjualan ke customer (pelanggan) mana yang memberi marjin tinggi, mana yang rendah.
  • Laporan Kapasitas (Capacity Reports) – Laporan ini khas untuk perusahaan berjenis manufaktur (industri/pabrikan). Laporan yang menyajikan kapasitas produksi perusahaan per bagian/divisi, hingga per satu nit mesin. Sekaligus menampilkan data, kapasitas mesin per tanggal laporan dibuat, berapa persen terisi. Sehingga secara kesuluruhan dapat diketahui mesin mana saja yang bekerja dengan kapasitas penuh dan mana yang tidak.
3. Cakupan Isi Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Cakupan isi “Laporan Keuangan” yang disajikan oleh Akuntansi Keuangan mencerminkan atau mewakili kondisi perusahaan (baca: entitas) secara keseluruhan. Pembaca Laporan Keuangan tidak bisa mengetahui berapa penjualan dari toko A, B, dan C, dari PT JAK misalnya, karena yang disajikan hanya total penjualan dari semua toko yang ada di bawah kendali PT. JAK. Demikian halnya dengan beban/biaya. Hal itu karena pengguna Laporan Keuangan memang tidak membutuhkan informasi sampai sejauh itu.

b). Akuntansi Manajemen – Cakupan isi “Laporan Internal” yang disajikan oleh Akuntansi Manajemen mencerminkan atau mewakili sampai ke subunit suatu entitas mulai dari per cabang, departemen, hingga ke aktivitas tertentu. Pengguna Laporan Internal, yaitu management perusahaan, bisa mengetahui kondisi perusahaan ke bagian operasional perusahaan yang paling kecil. Hal ini karena informasi tersebut memang diperlukan untuk proses pengambilan keputusan internal para pengelola perusahaan.

4. Tingkat Kerincian Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Laporan Keuangan yang disajikan oleh Akuntansi Keuangan bersifat general, global dan ringkas. Neraca misalnya, pada perusahaan kecil mungkin terdiri dari satu halaman saja, sedangkan pada perusahaan terbuka (TBK) yang paling besar mungkin maksimal hanya 4 halaman saja. Demikian halnya dengan Laporan Laba Rugi dan Laporan Arus Kas, semuanya disajikan serba ringkas.

b). Akuntansi Manajemen – Laporan Internal yang disajikan oleh Akuntansi Manajemen bersifat spesifik dan detail. Laporan Penjualan misalnya, mungkin bisa berpuluh atau ratus halaman; dilaporkan per customer, per lokasi outlet (retailer), per item barang, per warna, per size, dst. Tak jarang laporan-laporannya juga dilengkapi dengan diagram (chart) yang dirancang untuk manager yang lebih suka membaca laporan yang divisualisasikan.

5. Sumber Data Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Data yang digunakan untuk menyusun Laporan Keuangan seratus persen bersumber dari transaksi keuangan yang kemudian diinput dalam bentuk journal entry (debit-kredit).

b). Akuntansi Manajemen – Data yang digunakan untuk membuat Laporan Internal manajemen bersumber dari data apapun yang dianggap relevan dan terkait dengan kegiatan usaha, termasuk jurnal (debit-credit yang dihasilkan oleh akuntansi keuangan.

6. Aturan Pengolahan Data dan Penyajian Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Dalam mengolah data dan menyajikan laporan, Akuntansi Keuangan secara tegas diwajibkan mengikuti konsep, prinsip dan postulat tertentu, yang tersandarisasi seperti tertuang dalam Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). Itu sebabnya, format laporan dan item dalam Laporan Keuangan selalu sama (setidaknya nyaris sama).

b). Akuntansi Manajemen – Patokan yang digunakan oleh Akuntansi Manajemen dalam mengolah data dan menyajikan laporan hanya AKURASI dan RELEVANSI-nya terhadap jenis keputusan manajemen perusahaan yang akan diambil—tidak ada aturan yang terstandarisasi. Itu sebabnya, format dan isi Lapotan Internal masing-masing perusahaan variatif.

7. Fungsi Pelaporan
a). Akuntansi Keuangan – Pelaporan Keuangan oleh Akuntansi Keuangan dimaksudkan untuk tujuan yang bersifat umum dari pengguna laporan keuangan yang memiliki kepentingan berbeda-beda; pembagian dividend (pemegang saham), jual-beli saham dan sekuritas (trader), persetujuan kredit/funding (banker), partnership dan investasi (investor), perpajakan (DJP), dan regulasi pasar modal (Bappepam). Dalam pengertian, apapun kepentingan para pengguna, selalu disodori Laporan Keuangan yang format dan item dalam laporan keuangan yang selalu sama. Misalnya, Laporan Keuangan yang diberikan ke bank sama dengan yang dipublikasikan ke investor.

b). Akuntansi Manajemen – Pelaporan Internal oleh Akuntansi Manajemen dimaksudkan untuk kepentingan yang bisa jadi bersifat rutin (forecast dan budget misalnya), dan bisa jadi juga bersifat khusus dalam kasus yang sangat khusus—laporan kapasitas produksi karena perusahaan mengalami keterlambatan delivery misalnya, atau laporan penjualan yang dibutuhkan untuk perubahan strategi pemasaran misalnya, atau laporan analisa A/R dalam rangka melakukan revisi kebijakan kredit, dan lain sebagainya. Laporan yang diberikan kepada manager misalnya, tak sama dengan laporan yang disampaikan ke eksekutif, yang diserahkan ke manager produksi tidak sama dengan yang disampaikan ke manager pemasaran.

8. Waktu Pelaporan
a). Akuntansi Keuangan – Penyampaian Laporan Keuangan oleh Akuntansi Keuangan dilakukan secara rutin dan terjadwal secara pasti (kwartal, semesteran, tahunan). Keterlambatan laporan bisa berakibat sanksi (misalnya terlambat menyampaikan laporan fiskal.)

b). Akuntansi Manajemen – Penyampaikan Laporan Internal oleh Akuntansi Manajemen ada yang dilakukan secara terjadwal, lebih banyak yang tak terjadwal, bisa sewaktu-waktu kapanpun dibutuhkan oleh pengguna (management perusahaan).

9. Penilai Kualitas Laporan
a). Akuntansi Keuangan – Kualitas Laporan Keuangan tidak dinilai langsung oleh pengguna (pihak eksternal), melainkan diwakili oleh team auditor independent dari KAP tertentu melalui proses audit. Sepanjang team auditor independen menyatakan laporan keuangan handal dan bisa dipercaya, maka pihak eksternal juga akan berpendapat yang sama. Khusus Ditjen Pajak dan Bea Cukai, mereka memiliki team pemeriksa (auditor) sendiri dan hanya percaya kepada hasil penilaian mereka.

b). Akuntansi Manajemen – Yang menilai kualitas Laporan Internal adalah pengguna langsung (management perusahaan). Sepanjang laporan yang disajikan akurat dan bisa dijadikan input dalam proses pengambilan keputusan, maka laporan dianggap berkualitas. Yang agak sulit, masing-masing manajer perusahaan memiliki selera dan gaya analisa yang berbeda-beda, disamping kepentingan yang berbeda-beda (sesuai fungsi maisng-masing manager). Manajer A mungkin suka laporan yang super detail, manajer B mungkin pusing kalau melihat laporan yang terlalu detail.

10. Sertifikasi
a). Akuntansi Keuangan – Sertifikasi khusus bagi mereka yang professional dalam Akuntansi Keuangan disebut “Certified Public Accountant” (CPA). Sertifikat diperoleh setelah memenuhi persyaratan tertentu dan lulusan ujian khusus.

b). Akuntansi Manajemen – Sertifikasi khusus bagi mereka yang professional dalam Akuntansi Manajemen disebut “Certified Management Accountant” (CMA). Sertifikat diperoleh setelah memenuhi persyaratan tertentu dan lulusan ujian khusus juga.



Mana Yang Lebih Sesuai Untuk Anda?

A. Akuntansi Keuangan, jika

Anda lebih suka pekerjaaan yang bersifat statis, konstan dan cenderung dari itu-ke-itu saja;
Anda lebih suka bekerja dengan waktu penyelesaian (deadline) yang telah diketahui sejak jauh-jauh hari;
Anda lebih suka bekerja dengan pedoman dan acuan yang serba pasti;
Anda lebih suka bekerja dalam suasana tenang dan sepi;
Anda lebih suka berada dalam tingkat kepastian (certainty) yang tinggi;
Anda lebih suka pada hal-hal yang berbau aturan dan standar;
Anda lebih suka ‘bermain’ di wilayah yang lebih sempit dan terfokus; dan
Anda lebih suka menonton film yang alur ceritanya tipikal dengan karakter tokoh yang bisa ditebak.

B. Akuntansi Manajemen, bila

Anda lebih suka pekerjaaan yang bersifat dinamis, berubah dari waktu-ke-waktu, berfluktuasi dan variatif.

Tugas mendadak yang tingkat kompleksitasnya tak bisa diperkirakan adalah tantangan yang mengasikan bagi anda. Mengejar deadline dadakan yang nyaris mustahil adalah sensasi yang sangat anda nikmati.

Lebih menyukai fleksibilitas dalam bekerja. Aturan standar dan hukum yang serba kaku justru menjadi pembatas yang membuat anda merasa stress.

Tak masalah bekerja dalam suasana yang ramai dan hiruk-pikuk, justru keramaian adalah sesuatu yang lebih anda sukai.

Ketidakpastian (uncertainty) tak membuat anda merasa resah, anda bisa beradaptasi dan mudah membaur di tempat dan susasana yang bisa berubah sewaktu-waktu.

Anda lebih tertarik pada strategi-strategi bisnis dibandingkan menghafal standard dan pasal undang-undang;

Anda menginginkan ruang bermain yang lebih luas, kalau bisa yang tak terbatas;
Nah, kira-kira mana yang lebih cocok untuk anda?

Sabtu, 23 Januari 2016

Arti Syarat 2/10 n/30 Pada Faktur Jual

https://ilmuakuntans.blogspot.com
Pernah kita melihat syarat kredit pada faktur jual tapi belum paham betul apa arti dan ketentuan syarat tersebut. Sebetulnya syarat atau indikasi itu sangat mudah dipahami meskipun kita bukan orang akunting. Indikasi "2/10, n / 30" (atau "2/10 net 30") pada faktur merupakan diskon yang diberikan oleh penjual kepada pembeli untuk jangka pembayaran cepat.

Istilah 2/10, n / 30 adalah istilah kredit yang berarti sebagai berikut :

"2" menunjukkan persentase diskon yang ditawarkan oleh penjual.
"10" menunjukkan jumlah hari (dari tanggal faktur) di mana pembeli harus membayar faktur untuk menerima diskon.
"n / 30" menyatakan bahwa jika pembeli tidak membayar jumlah penuh faktur dalam 10 hari untuk memenuhi syarat diskon, maka jumlah bersih yang harus dibayar memiliki jatuh tempo dalam waktu 30 hari setelah tanggal faktur penjualan.

Persyaratan yang ditawarkan oleh penjual biasanya tergantung pada kebiasaan perdagangan. Beberapa variasi diskon tunai istilah, antara lain, mungkin "2/15, n / 30" (2% diskon untuk pembayaran dalam waktu 15 hari dan jumlah penuh yang harus dibayar dalam waktu 30 hari) atau "n / 10 EOM" (faktur jatuh tempo dan dilunasi 10 hari setelah akhir bulan di mana penjualan terjadi).

Dalam akuntansi, kas (penjualan) diskon merupakan biaya untuk penjual. Akun yang digunakan untuk mengenali biaya dapat disebut "Penjualan Diskon" atau "Diskon Penjualan."

Pembeli memperlakukan seperti diskon sebagai pengurangan biaya dan menggunakan akun yang disebut "Pembelian Diskon" atau "Diskon Pembelian."

Mari kita lihat bagaimana istilah kredit 2/10, n / 30 pada contoh dibawah ini.

Michael & Co Ltd ekspor barang sejumlah $ 1.000 ke pelanggan. Jika pelanggan membayar Michael & Co Ltd dalam waktu 10 hari dari tanggal faktur, pelanggan diperbolehkan untuk memotong $ 20 (2% dari $ 1.000) dari pembelian $ 1.000. Dengan kata lain, jumlah $ 1.000 dapat dilunasi dengan jumlah sebesar $ 980 jika dibayar dalam periode diskon 10 hari.

Dalam situasi ketika pembeli membayar hutang kepada Michael & Co Ltd untuk $ 1.000 dan menerima diskon 2%, entri berikut dibuat oleh pembeli:

Akun
Debet
Kredit
Hutang
     Diskon Pembelian
     Kas
1000



20
980


Di sisi lain, dalam kasus ketika kita menerima pembayaran dari pelanggan $ 1000 dan diskon 2%, penjual akan membuat entri berikut:

Akun
Debet
Kredit
Kas
Diskon Penjualan
     Piutang
980
20



1000

Metode pencatatan kas (penjualan) diskon disebut Metode Gross.

Kamis, 23 April 2015

Analisis Sensitivitas Akuntansi

Analisis Sensitivitas Akuntansi
Laporan keuangan dan informasi keuangan lainnya mungkin memiliki unsur ketidakpastian. Dampak ketidakpastian tersebut dapat dinilai dengan menggunakan analisis sensitivitas. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari sifat analisis sensitivitas dan bagaimana hal itu dapat dilakukan.

1. Laporan keuangan memiliki unsur ketidakpastian
Laporan keuangan berkembang beberapa tingkat dari pertimbangan oleh profesional akuntan. Manajer keuangan harus membuat asumsi di sejumlah bidang seperti:
  • Menaksir jumlah pemulihan pinjaman buruk
  • Menghitung nilai pakai aktiva tetap atas penurunan nilai berdasarkan arus kas yang dianggarkan
  • Membuat nilai provisi bank garansi atas dasar pengalaman masa lalu
  • Menghitung provisi lingkungan
  • Valuasi tunjangan untuk aset pajak tangguhan berdasarkan penghasilan kena pajak di masa mendatang
  • Menentukan tingkat diskonto untuk mengajukan permohonan pengujian penurunan nilai goodwill.
Jika asumsi didorong oleh perkiraan, hasilnya dapat berfluktuasi dengan risiko yang mendasari dan ketidakpastian. Risiko dianggap menunjukkan karakteristik kuantitatif (hasil yang berkaitan), sementara ketidakpastian dipandang sebagai unquantifiable, karena itu mereka hanya bisa digambarkan secara naratif. Meskipun dua istilah ini digunakan secara bergantian dalam manajemen keuangan, perbedaan antara mereka adalah penting.

Sebagai hasil aktual dapat berbeda dari estimasi, analisis sensitivitas menginformasikan pengguna laporan keuangan tentang ketidakpastian dalam mengukur aset, kewajiban, pendapatan dan beban, dan akibatnya berkaitan dengan ketidakpastian laporan keuangan per tanggal pelaporan.

Selain pelaporan keuangan eksternal, analisis sensitivitas dapat digunakan untuk pelaporan internal. Misalnya, akan meningkatkan penjualan jika kita menurunkan harga produk A? Dengan penjualan meningkat, jika kita dapat memanfaatkan skala ekonomi dan mengurangi biaya unit, hasilnya mendapatkan margin kotor yang sama per unit dijual? Ini dan pertanyaan lain yang sejenis dapat dijawab dengan bantuan analisis sensitivitas.

2. Menganalisis Sensitivitas
Analisis sensitivitas dapat dilakukan dengan menggunakan beberapa teknik. Teknik dasarnya adalah mengubah satu atau beberapa asumsi dan melihat apakah dampak perubahan tersebut mendapatkan hasil.

Dalam laporan keuangan misalnya, analisis sensitivitas umumnya akan didasarkan pada perubahan asumsi mengenai diskon, suku bunga atau nilai tukar, harga, tunjangan pensiun, dll. Namun jika perkiraan keuntungan lebih sensitif terhadap perubahan asumsi faktor lainnya seperti pengembangan atau biaya operasional, analisis sensitivitas harus didasarkan pada perubahan asumsi-asumsi.
Misalnya, jika kita berbicara tentang sensitivitas harga jika laba perusahaan ABC adalah $ 15.000.000 serta pendapatan $ 100 juta, maka sensitivitas harga akan $ 15.000.000 ÷ $ 100.000.000 x 100% = 15%. Dengan kata lain, jika perusahaan menurunkan harga sebesar 15% dan semua asumsi lainnya tetap sama, perusahaan memiliki keuntungan nol.

Sensitivitas dapat menunjukkan bagaimana peningkatan relatif atau penurunan akan berdampak pada arus kas. Sebagai contoh, jika Perusahaan ABC memiliki pinjaman $ 20.000.000 dengan tingkat bunga berfluktuasi rata-rata 4%, maka tingkat bunga 5% akan mengurangi pendapatan tahunan sebesar $ 1 juta (yaitu, 20 juta dikalikan dengan 5%).

Sebagai contoh lain, jika neraca saldo Perusahaan ABC adalah 5 juta Euro, Euro penguatan (pelemahan) sebesar 10% akan menghasilkan $ 0.500.000 ($ 5.000.000 dikalikan dengan 10%) kenaikan (penurunan) laba.

Dalam kasus biaya pensiun, analisis sensitivitas diberikan kepada perusahaan oleh aktuaris dan dapat diartikan sebagai berikut: " Total biaya pensiun adalah $ 9.000.000 dengan tingkat diskonto 4,3%. Kenaikan tingkat diskonto akan mengurangi biaya pensiun, dan sebaliknya. Sebagai indikasi sensitivitas, peningkatan 1 persen dalam asumsi ini akan mengurangi biaya pensiun sekitar $ 0.850.000. Kenaikan 1 persen pada tingkat diskonto untuk rencana yang sama akan mengurangi biaya pensiun sekitar $ 0.190.000. "

3. Keuntungan menggunakan analisis sensitivitas
Analisis sensitivitas adalah alat yang mudah dan cepat yang memberikan informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan. Ini membantu untuk mengidentifikasi asumsi-asumsi penting yang menimbulkan volatilitas aset, kewajiban dan keuangan. Dengan cara analisis sensitivitas, perhatian manajemen dan pengguna laporan keuangan dibawa ke daerah yang paling berisiko. Jika risiko dan ketidakpastian tidak perlu dipertimbangkan dalam laporan keuangan mungkin laporan keuangan sudah ditempatkan pada hasil keuangan dari suatu entitas

Rabu, 15 April 2015

Pengertian Dasar Saham Waran

Pengertian Dasar Saham Waran
Pada artikel ini, kita secara singkat akan membahas dasar saham waran, yang dapat terpisah dari obligasi dan ditukar dengan saham biasa - hampir seperti kupon. Dengan kata lain pemegang obligasi yang disertai waran tidak harus menjual obligasi dan waran secara bersama - sama.

1. Saham Waran
Ketika menerbitkan obligasi, perusahaan memiliki banyak fleksibilitas ketika memutuskan bagaimana membuat obligasi lebih diinginkan di pasar. Tingkat suku bunga yang dinyatakan dapat disesuaikan, fitur konversi bisa ditambahkan, apa pun yang membuat obligasi lebih menarik bagi calon investor. Salah satu opsi tersebut adalah penambahan saham waran untuk obligasi. Saham waran adalah dokumen kecil yang dapat dipisahkan dari obligasi itu sendiri dan dengan terpisah diperdagangkan atau digunakan. Kerjanya seperti opsi saham, memberikan pemegang hak untuk membeli saham biasa untuk harga tertentu.

2. Penerbitan Obligasi Disertai Waran
Ketika obligasi disertai waran diterbitkan, harga harus dialokasikan berdasarkan nilai wajar waran dan nilai wajar obligasi. Jumlah yang dialokasikan ke waran dicatat dalam akun modal disetor tambahan khusus diperuntukkan bagi saham waran, sedangkan sisanya dicatat sebagai kewajiban obligasi.
Ada dua cara untuk mengalokasikan harga penerbitan antara waran dan obligasi. Kadang-kadang, hanya nilai wajar waran yang bisa diketahui. Jika hal ini terjadi, jumlah yang dialokasikan untuk waran, dan sisanya dari harga dialokasikan untuk obligasi. Sebagai contoh, jika nilai wajar waran adalah $ 100 dan nilai wajar obligasi adalah $ 900, 10% dari harga penerbitan ditetapkan untuk waran dan 90% akan dialokasikan untuk obligasi.

3. Penebusan Saham Waran
Ketika pemegang waran ingin menebus saham tersebut, pemegang saham menerima pertukaran untuk saham dengan harga yang ditentukan. Pada penebusan, perusahaan mencatat debit untuk kas nominal saham waran. Pada saat yang sama perusahaan mencatat kredit untuk saham biasa sesuai nilai nominal saham yang dikeluarkan dan modal disetor sehingga menyeimbangkan pembukuan.

4. Saham Waran Kadaluwarsa
Umumnya, waran hanya dapat ditebus untuk jangka waktu tertentu. Jika waran tersebut tidak ditebus sebelum tanggal kadaluarsa, saldo agio saham waran disisihkan ke agio saham biasa.

Memang biasanya waran diterbitkan oleh perusahaan kecil, namun memiliki perkembangan yang baik.

Selasa, 14 April 2015

Manajemen Kinerja Yang Efektif

Manajemen Kinerja Yang Efektif
Bagi seorang manajer dalam beberapa hal lebih sulit memberikan umpan balik kinerja yang jujur ​​kepada karyawan. Dan terlalu banyak manajer tidak memberikan umpan balik sama sekali. Untungnya, ada cara untuk mengatasi masalah penilaian kinerja. Kesuksesan terletak pada pelaksanaan ide-ide sederhana.
  • Tentukan budaya organisasi anda, yaitu perilaku yang mengarah pada kesuksesan. Rekrutlah orang-orang yang menunjukkan perilaku tersebut dan mempekerjakan orang-orang yang sesuai dengan budaya organisasi anda. Mempekerjakan orang-orang yang tidak sesuai dengan budaya organisasi hanya akan membuang waktu apabila manajer mencoba untuk "memperbaiki" mereka. 
  • Perbarui deskripsi pekerjaan organisasi. Seharusnya tidak ada ketidaksepakatan atas seperti apa kinerja yang baik di perusahaan anda. Manajer perlu menetapkan harapan karyawan yang terkait dengan prioritas organisasi. Ini jauh lebih mudah untuk mengukur kinerja dan memberikan umpan balik setelah anda menetapkan tujuan dengan setiap karyawan dalam organisasi anda. Tanpa kekhususan tersebut, tanggung jawab terletak pada setiap manajer untuk menentukan apakah memuaskan atas kinerja subyektif seorang karyawan. 
  • Melakukan rutin peninjauan kinerja karyawan setidaknya bulanan. Salah satu teknik yang baik adalah "Five by Five." Bila menggunakan teknik ini, manajer mempersiapkan daftar dengan 4-6 tujuan kinerja karyawan untuk tahun ini, serta tujuan pengembangan karyawan. Di bawah tujuan-tujuan tersebut, berisi daftar lima kegiatan rencana kerja karyawan untuk bulan depan dalam mencapai tujuan tahunan. Pada pertemuan bulanan berikutnya, karyawan melaporkan kemajuan kinerjanya pada kegiatan tersebut. Kemudian karyawan menetapkan lima kegiatan untuk bulan berikutnya. Manajer memberikan umpan balik dan masukan. Proses ini diulang bulanan.
  • Pilih proses peninjauan yang tepat dan menaatinya. Jika tidak, hanya akan membuang-buang waktu semua orang dengan perubahan yang tidak akan meningkatkan kinerja karyawan. Itu karena manajemen kinerja bukanlah tentang bentuk melainkan tentang percakapan. Banyak manajer terus-menerus menilai rendah hasil kinerja yang buruk. Sistem Five by Five yaitu sistem terstruktur dalam percakapan dan perencanaan target secara teratur tidak ada bentuk penilaian kinerja tahunan yang bisa membuat karyawan hanya melakukan kinerja optimal pada waktu dekat saat penilaian tahunan.Bahkan beberapa perusahaan telah meninggalkan review kinerja tahunan kemudian menerapkan sistem five by five.
  • Fokus pada perilaku, bukan orang, ketika memberikan umpan balik. Apa yang pada akhirnya anda inginkan adalah perilaku yang lebih baik dan berkurang perilaku buruk. Manajer dapat belajar bagaimana untuk memberikan umpan balik kinerja yang tepat. Seperti dapat pelatihan tambahan bagi para manajer. Berhasil dalam hal ini mengarah langsung ke peningkatan kinerja karyawan dan tentu saja berkembang ke dalam peningkatan kinerja keuangan perusahaan.
Segala sesuatu yang menunjang munculnya kinerja yang baik dari karyawan adalah opportunity atau kesempatan. Termasuk di antaranya adalah fasilitas penunjang kerja; bisa juga lingkungan sosiokultural di tempat kerja. Seorang desainer grafis membutuhkan komputer dengan spesifikasi khusus sehingga dia bisa berkarya dengan optimal; selain tentu lingkungan sosial yang terbuka terhadap ide-ide dan kreativitas, bukan lingkungan yang malah menghambat munculnya ide-ide kreatif

Sabtu, 21 Februari 2015

Bagaimana Melakukan Wawancara Dengan Klien Baru

Bagaimana Melakukan Wawancara Dengan Klien Baru
Membuka praktek jasa akuntan bisa menjadi pilihan bagus bagi sarjana akuntansi lulusan baru yang masih belum memiliki pekerjaan, tentunya bagi kita yang masih baru memulai praktek akuntan masih butuh berbagai pengetahuan dan saran. Diantaranya hari ini kita akan belajar bagaimana wawancara dengan klien baru.

Ketika klien pertama tahu bahwa si a atau si b memberitahu mereka tentang kita dan mereka sedang mencari seorang akuntan. Pada titik ini, kita mencoba untuk mencari tahu sebanyak yang kita dapat tentang bisnis. Jenis bisnis apa, berapa banyak karyawan, siapa yang melakukan pembukuan sekarang, badan usaha apa, jenis daftar cek yang sedang digunakan, seberapa sering laporan keuangan diinginkan, dll. Dengan informasi ini, kita bisa mendapatkan gambaran operasional untuk mengatur pembukuan mereka. Ajukan pertanyaan dan beberapa saran umum dapat membantu membangun kepercayaan mereka dalam pengetahuan dan skill kita. Dan jika klien menerima langsung tanggapan kita dengan positif, kita bisa mengatur pertemuan dengan klien.

Langkah berikutnya adalah berpikir tentang sistem akuntansi apa yang benar-benar akan bekerja baik untuk jenis usaha klien dan memiliki gambaran baik dalam kedepannya. Hal ini penting untuk membawa contoh bentuk laporan keuangan untuk menunjukkan kepada klien apa yang diperlukan untuk mengumpulkan informasi dan seperti apa gambaran contoh  hasil akhir laporan keuangan dari bisnis klien. Saat pertemuan pertama, jangan meminta upah kepada klien karena kita menjual jasa. Ini akan membangun kepercayaan mereka untuk tidak beranggapan bahwa kita menipu mereka. Intinya adalah untuk menawarkan rencana atau solusi di harga yang wajar.

Kita tawarkan beberapa sistem akuntansi yang sederhana misalnya sistem sekali tulis atau menyarankan sistem lain dan menjelaskan bagaimana cara kerjanya. Mereka mungkin memilih atau memiliki sistem lain dalam pikiran mereka. Ajukan beberapa pertanyaan untuk mendapatkan banyak informasi tentang bisnis mereka supaya kita dengan mudah bisa menyesuaikan rencana sesuai kebutuhan mereka. Setelah rencana tersebut disepakati, jelaskan dengan jelas prosedur penagihan. Tetapkan biaya dasar untuk persiapan laporan keuangan bulanan atau kuartalan. Beritahu mereka bahwa estimasi tiga atau empat bulan adalah percobaan untuk melihat apakah kita bisa menyelesaikan pekerjaan dengan biaya tetap. Jika tidak, kita bisa menegosiasikan kembali biaya tambahan berdasarkan waktu yang benar-benar dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Jika kita harus melakukan backwork untuk membawa buku-buku yang up to date, atau mengharuskan kita bekerja di luar lingkup pekerjaan write-up, Kita bisa menambahkan tarif per jam tertentu yang sebelumnya telah kita persiapkan dalam "surat perjanjian". Dalam hal ini untuk mencegah kesalah paham di kemudian hari.

Sabtu, 17 Januari 2015

Bagaimana Memulai Praktek Akuntansi Sendiri

Bagaimana Memulai Praktek Akuntan Sendiri
Alasan mengapa orang ingin memulai praktek akuntan sendiri bisa jadi karena orang yang telah pensiun dari pekerjaan dan mencari penghasilan tambahan atau mungkin seorang ahli pembukuan yang diminta pengusaha untuk membantu bisnis mereka dalam hal akuntansi maupun pajak. Apapun alasannya, tampaknya ada cukup banyak orang yang tertarik untuk memulai praktek akuntan sendiri.

Pertama-tama, kita harus memutuskan apakah kita seorang ahli pembukuan atau akuntan, atau dua duanya. Seumpama kita seorang akuntan, bukan ahli pembukuan. Tidak menulis cek, mempersiapkan faktur, berkas, membayar gaji, penagih hutang, atau berurusan dengan kreditur, dll. Sedangkan klien kita melakukan tugas-tugas dan merangkum informasi yang kita butuhkan untuk mempersiapkan laporan keuangan tiap bulan, triwulan, tahun, atau periode pernyataan yang diperlukan. Seorang ahli pembukuan mungkin melakukan semua tugas tersebut dan mengirim laporan keuangan kepada seorang akuntan pada akhir tahun untuk laporan pajak yang disiapkan. Hal ini tergantung pada keterampilan orang dan keinginan klien. Beberapa akuntan hanya melakukan penghitungan laporan pajak.

Selanjutnya, karena kita masih baru dan belum memiliki sertifikat sebagai seorang akuntan publik maka kita bisa disebut sebagai "Akuntan Independen Non-Bersertifikat" yang tidak terikat oleh aturan-aturan yang harus mengikuti CPA (Certified Public Accountant). Namun, pada saat yang sama, kita dibatasi untuk mengaudit atau memeriksa audit laporan keuangan. Meskipun demikian faktanya bahwa biasanya klien memilih akuntan dari arahan bukan dari iklan. Misalnya klien memilih kita dari berapa banyak perusahaan yang kita pegang dan berapa lama pengalaman kita. Hampir selalu, klien tahu atau seseorang yang mereka percaya memberitahu mereka tentang bagaimana skill kita. Mereka kemudian memanggil kita dan melakukan sebuah wawancara, dan mereka memutuskan apakah mereka percaya atau tidak. Dari sudut ini, jika mereka pergi meluangkan waktu untuk sekedar wawancara dengan kita, kewajiban kita adalah untuk membangun hubungan kepercayaan dan keyakinan klien. Klien harus mengakui "dosa keuangan" mereka kepada kita karena pembukuan tidak bisa diselesaikan secara akurat tanpa semua informasi penting yang terkait. Kadang-kadang mereka mengaku lebih dari hanya dosa keuangan. Pada titik ini, kita bisa menjadi penasihat mereka dan sebagai terapis.

Hubungan klien dengan akuntan adalah sangat serius, salah satu yang harus dihormati dan selalu dihormati. Untuk melayani klien kita habiskan banyak waktu dan energi mental mencari tahu cara untuk membantu mereka. Seorang akuntan yang baik tidak lebih dari sekedar menyusun laporan keuangan. Klien mengharapkan kita untuk memberikan nasihat kepada mereka. Oleh karena itu, kita harus meninjau laporan keuangan untuk masalah seperti menjadi over leverage utang, menghabiskan terlalu banyak biaya pada karyawan atau iklan, dll. Kita harus membantu mereka untuk mengetahui akan kekuatan dan kelemahan dari bisnis. Kadang-kadang saya harus sangat jujur dengan klien karena mereka mungkin bermasalah. Di sinilah keterampilan komunikasi sangat dibutuhkan. Beberapa akuntan merasa yang terbaik adalah untuk menjaga klien dalam gelap. Itu tidak benar. Lebih baik kita berkomunikasi, semakin baik kita berkomunikasi, semakin lama hubungan kita berlangsung dengan klien. Yang pasti, beberapa klien benci angka dan tidak tertarik dengan bagaimana dan mengapa tentang akuntansi. Tapi, secara keseluruhan, bahwa sebagian besar klien menghargai tentang bagaimana akuntansi bekerja dalam bisnis mereka selama kita tidak membanjiri mereka dengan rincian.

Pada dasarnya, bahan yang kita akan butuhkan dari klien adalah semacam daftar cek, laporan bank, penerimaan kas saat ini dan ringkasan penjualan, informasi gaji, dan rekening biaya hutang, jika ada. Banyak usaha kecil tidak sepenuhnya terkomputerisasi atau setidaknya sebagian terkomputerisasi. Untuk usaha kecil sering kita jumpai menggunakan sistem akuntansi one write system atau sistem sekali tulis. Mengapa sistem ini banyak digunakan karena seberapapun sering klien menunda-nunda, jika cek tersebut tertulis informasi penting dan dicatat dalam urutan yang tepat yang sesuai kita butuhkan meskipun klien datang pada akhir tahun hanya dengan jurnal dan laporan bank, kita bisa mempersiapkan laporan keuangan. Klien seperti sistem yang fleksibel. Mereka tidak memiliki waktu mencatat cek kedalam komputer ataupun mencari ke dalam komputer untuk menemukan cek yang mereka catat.

Pertama kita membuat salinan dari segala transaksi untuk file kita sendiri. Lalu kita menyiapkan rekonsiliasi bank. Dimana kita dapat mencatat entri jurnal dari dokumen tersebut. Selanjutnya, kita mencatat jurnal dari rekonsiliasi bank, ringkasan penjualan, informasi penggajian, dan apa pun yang kita butuhkan. Setelah ini dilakukan, kita membuat daftar kode perkiraan dan memasukkan entri jurnal ke dalam komputer. Jangan lupa untuk memeriksa keseimbangan saldo. Terutama yang paling penting adalah Kas, yang harus mengikat ke rekonsiliasi bank. Jika saldo terlihat baik, kita bisa segera mengirim faks memo kepada klien untuk menunjukkan perbedaan antara saldo bank seimbang dengan yang ada pada rekening koran atau dokumen lain. Mereka perlu tahu apakah penyesuaian kas (kenaikan atau penurunan) sehingga mereka dapat memperbaiki saldo bank berjalan mereka. Tugak kita untuk menjelaskan alasan-alasan perbedaan, seperti beban bank, deposito kesalahan, atau kesalahan perhitungan. Selain itu kita juga menerima pertanyaan, saran, atau hal-hal yang mereka harus tahu tentang apa yang kita amati selama penyusunan laporan keuangan. Mereka menghargai layanan tambahan ini dan bergantung kepada kita untuk informasi ini. Ini membantu kita untuk lebih kenal dengan hal yang berkenaan dengan pajak dari bisnis klien karena mereka akan mengharapkan kita untuk membantu mereka menghemat uang pajak. Juga, kita dapat memformat laporan keuangan untuk menyesuaikan informasi yang diperlukan pada pengembalian pajak. Hal ini membuat hemat bagi klien bahwa akuntan yang membantu bisnis mereka adalah yang terbaik untuk mereka juga terbaik untuk menghemat pajak mereka.

Sarannya adalah untuk mengembangkan sebuah sistem yang bekerja untuk kita. Itu harus cukup fleksibel untuk mengakomodasi semua jenis klien yang berbeda. Kerjakan laporan keuangan pelan-pelan dan kita akan mulai bisa menguasainya. Plus, tetap berpikiran terbuka, karena akan selalu ada sesuatu yang baru untuk dipelajari.

Minggu, 28 Desember 2014

Manfaat Menyiapkan Laporan Keuangan

http://ilmuakuntans.blogspot.com/
Memiliki usaha kecil bukan berarti tidak perlu membuat laporan keuangan yang sebagaimana mestinya yang dilakukan perusahaan besar. Akan tetapi laporan keuangan berisi berbagai informasi yang berguna bagi pemilik usaha untuk jangka panjang maupun jangka pendek.

Berikut ini adalah alasan mengapa usaha kecil harus memiliki Laporan Keuangan yang harus disiapkan:


1. Laporan keuangan membantu menjaga informasi terorganisir sehingga pengguna akan memiliki akses efisien bila diperlukan.

2. Ketika diringkas, informasi memiliki nilai prediktif yang sangat vital bagi membuat keputusan bisnis utama.
3. Laporan keuangan dapat menyediakan informasi struktur keuangan bagi partai untuk meyakinkan mereka perlu melakukan transaksi bisnis dengan anda.
4. Informasi laporan keuangan memungkinkan anda untuk mudah mematuhi instansi pemerintah atas aturan penerapan wajib laporan.
5. Laporan keuangan memberikan catatan sejarah kegiatan usaha yang dapat digunakan untuk menyelesaikan perselisihan.
6. Informasi laporan keuangan dapat digunakan untuk mendeteksi penipuan, pencurian, atau kegiatan ilegal lainnya yang mungkin terjadi dalam bisnis.
7. Laporan keuangan memberikan informasi berharga tentang kesehatan secara keseluruhan bisnis.
8. Laporan keuangan dapat memberikan informasi tentang kualitas dan kinerja mereka yang bertanggung jawab untuk mengelola bisnis.

Membuat laporan keuangan tidak harus membutuhkan seorang akuntan tapi kita sendiri yang pemilik usaha kecil bisa turun tangan langsung untuk mencatat dan membuat laporan keuangan. Ataupun dengan membeli sebuah software akuntansi bagi yang sudah terbiasa berhadapan dengan komputer. 

Tips Memulai Pembukuan Dengan Software Akuntansi Baru

Tips Memulai Pembukuan Dengan Software Akuntansi Baru
Dalam bahasan kita dalam artikel sebelumnya tentang bagaimana memilih sistem akuntasi yang sesuai dengan ukuran usaha kita, hari ini kita akan kembali membahas topik yang berhubungan dengan pemilihan sistem akuntansi. Menjalankan usaha baru memang membutuhkan persiapan yang matang diantaranya adalah mempersiapkan sistem akuntansi supaya laporan keuangan tersaji dengan sempurna.

Berikut ini adalah Tips Bagaimana Memulai Pembukuan Dengan Software Akuntansi Baru :

Persiapan dengan benar adalah kunci untuk sukses bekerja dengan software akuntansi. Dengan asumsi kita telah menyiapkan informasi perusahaan, pekerjaan pertama kita adalah untuk menetapkan akun buku besar yang akan digunakan. Seperti akun Kas, Persediaan, Hutang, Penjualan, Sewa, Peralatan, dll. Selanjutnya untuk menetapkan nomor perkiraan akun. Setelah mengatur akun ini di sistem, pekerjaan kita berikutnya adalah untuk mengirim saldo awal. Apabila kita ingin pindahkan dari satu sistem ke sistem lain, ini termasuk saldo dari seluruh rekening yang lama pada tanggal yang mentransfer data. Jika kita memulai di awal tahun baru, maka kita hanya akan menggunakan saldo dari tahun sebelumnya di neraca. Jika kita memulai sebuah perusahaan baru, maka tidak akan ada saldo awal baru. Setelah ini dilakukan, kita dapat mulai memasukkan transaksi bulanan dan transaksi berjalan. Jangan lupa meluangkan waktu untuk mengatur akun laporan dan merencanakannya dengan benar, jika tidak kita akan segera menemukan kekacauan besar pada laporan keuangan

Bagaimana Memilih Sistem Akuntansi Yang Sesuai

Bagaimana Memilih Sistem Akuntansi Yang Sesuai
Sebagai seorang pengusaha baru tentunya masih sangat kebingungan bagaimana pengaturan tentang keuangan usahanya. Apakah dihitung sendiri atau harus menyewa bantuan seorang akuntan. Tetapi tak luput dari itu tentunya besarnya anggaran sangat berperan dalam memilih sistem akuntansi.
Ada berbagai jenis sistem akuntansi di pasar yaitu sistem manual, sistem komputerisasi, sistem single entry, dan sistem double entri. Jika kita membukukan transaksi untuk organisasi kecil, sistem single entri mungkin sudah cukup

Kecenderungan individu adalah faktor utama dalam pemilihan sistem akuntansi. Misalnya, beberapa orang suka bekerja dengan komputer, orang lain hampir tidak bisa menjalankan komputer. Beberapa orang benci bekerja dengan angka, yang lain menyukainya. Beberapa orang hanya tidak punya waktu dan harus membayar orang lain untuk melakukan tugas-tugas akuntansi.
Tingkat aktivitas bisnis kecil atau cukup besar merupakan faktor yang perlu dipertimbangkan. Mari kita menjelajahi setiap alasan:

Alasan pertama, jika kita mencatat pembukuan untuk organisasi kecil, sistem single-entry mungkin cukup tapi ada kelemahan yaitu cukup membingungkan untuk pengecekan keseimbangan neraca. Kita dapat menemukan sistem pembukuan yang cocok di toko software akuntansi lokal. Meskipun, sistem double-entry lebih sulit tetapi lebih mudah untuk menjaga akurasi. Beberapa tahun yang lalu, akuntan menggunakan sistem manual untuk mencatat transaksi. Ada beberapa sistem manual yang digunakan saat ini yang masih sangat efektif adalah sistem sekali tulis (One Write System). Sebuah sistem sekali tulis kadang-kadang disebut "pemeriksaan pada papan nama" karena pemeriksaan seperti strip karbon di bagian belakang di mana tanggal, penerima pembayaran, tujuan, nomor cek, dll, secara otomatis dicatat pada jurnal. Jurnal juga memiliki kolom untuk mencatat deposito bank. Di tengah jurnal adalah kolom untuk cek neraca berjalan. Kelebihan dari sistem ini adalah bahwa kita tidak perlu tahu akuntansi untuk mencatat semua informasi terkait yang akan dibutuhkan oleh akuntan anda. Jurnal dapat disimpan dari bulan ke bulan dan tidak perlu laporan keuangan tetapi sekali setahun, semua informasi yang diperlukan sudah dicatat dan terorganisir.

Alasan kedua, Apa kecenderungan pribadi kita? Apakah kita melek komputer? atau memiliki staf untuk memasukkan semua transaksi ke dalam komputer pada secara tepat waktu? Apakah kita ingin membawa buku cek ketika menjalankan tugas dan melakukan pembelian bisnis? Ini adalah faktor yang perlu dipertimbangkan ketika memutuskan apakah akan memilih sistem komputerisasi atau sistem manual. Kita tahu bahwa kita harus memiliki komputer dan software program akuntansi. Ada berbagai sistem penulisan cek, dari cek kecil standar yang didapatkan ketika membuka rekening bank, pemeriksaan tunggal dengan voucher terpasang, untuk sistem sekalitulis. Kita bisa menggunakan kombinasi sistem sekali tulis dengan paket software akuntansi. Pemeriksaan yang manual dimasukkan ke dalam komputer dari daftar cek dan kode ke akun buku besar yang sesuai. Informasi yang tersisa dapat dicatat ke komputer menggunakan jurnal umum. Kita dapat melakukan ini sendiri jika punya waktu dan tahu bagaimana caranya atau dapat menyewa seseorang untuk melakukannya. Hal ini tergantung pada preferensi dan sumber daya keuangan kita.

Alasan ketiga, yang perlu dipertimbangkan adalah ukuran bisnis. Kita tidak mengacu untuk usaha besar karena mereka harus terkomputerisasi dan memiliki staf akuntansi sendiri. Kita membahas aplikasi bisnis kecil di sini. Jika hanya mulai dan bisnis sangat kecil dan tidak mampu komputer maka disarankan menggunakan sistem sekali tulis. Ketika mampu untuk membeli komputer dan sistem software akuntansi, kita harus mempertimbangkan salah satu yang lebih rendah harga sistem software akuntansi. Ketika memilih sebuah sistem, apakah paket program akuntansi dapat menangani kebutuhan akuntansi saat kita mengembangkan bisnis kita? Untuk contoh: setelah paket dasar, dapat kita tambahkan pada Job Costing, Payroll, Akun Hutang, Piutang, Manajemen Persediaan, Arus Kas, dll? Sebagian besar paket memiliki semua modul ini dan banyak lagi. Disinilah letak kesulitan. Kompleksitas sistem ini membuat sulit bagi pemula memulai. Para produsen software akuntansi mengklaim sistem mereka sederhana dan mudah untuk dipelajari. Ini tidak selalu berubah menjadi kenyataan. Pilih sistem yang sangat mudah dan mudah diikuti, di mana mudah untuk melakukan perubahan dan memperbaiki kesalahan. Beberapa sistem begitu menyulitkan ketika hanya untuk mengubah nama dalam buku besar. Memang benar bahwa sistem yang lebih mahal menawarkan fleksibilitas terbesar. Misalnya, bila membuat bagan akun diberikan pilihan untuk memberi nama dan / atau nomor. Itu keren tapi tersembunyi didalam sistem dan bisa jadi tombol berubah pada preferensi untuk angka. Ketika kita mengatur kategori kita dapat dimasukkan ke dalam saldo awal. Jangan membuat satu kesalahan karena sistem tidak memberikan kesempatan kedua. Jika membuat kesalahan kita tidak dapat dengan mudah mengubah nomor. Mungkin ada cara untuk membuat penyesuaian.

Terakhir, laporan keuangan harus mudah dibaca, ditempatkan tepat di halaman, dan terlihat profesional. Singkatnya, apakah kita ingin memiliki gabungan manual / komputer atau sistem komputerisasi penuh. Biarkan ukuran dan kompleksitas bisnis dan anggaran kita yang menentukan paket program akuntansi untuk dibeli. Ketika melakukannya, dalam pikiran kesederhanaan dan fleksibilitas kadang memiliki semua resiko yang lebih buruk daripada tidak memiliki mereka. Kita harus berkomitmen untuk belajar sistem. Belajar hanya bagian dari sistem bisa membuat frustasi. Pertama, luangkan waktu untuk merencanakan kebutuhan akuntansi, kemudian menyiapkan kerangka akuntansi karena semua data yang dikumpulkan ini disusun dalam kerangka tersebut.

Sabtu, 01 November 2014

Mengalokasikan Pendapatan Menurut Li Ka-Shing

Mengalokasikan Pendapatan Menurut Li Ka-Shing
Li Ka-Shing, pengusaha terkenal dari Hongkong membagikan caranya untuk menjadi kaya dalam waktu singkat. Orang yang juga dikenal sebagai orang terkaya di Asia ini memiliki cara unik yang bisa kita tiru jika mau berkembang pesat sebagai seseorang yang sukses.
Disini kamu bisa tahu bagaimana Li Ka-Shing mengalokasikan pendapatan dan bertingkah laku sebelum, selama dan setelah ia menjadi orang sukses. Penasaran kan?
Tentang Mengalokasikan Pendapatan

1. Selalu Bagi Pendapatanmu Jadi 5 Bagian

http://ilmuakuntans.blogspot.com/
"Menurut Li, apapun yang terjadi dan tidak peduli berapa pun penghasilanmu — kamu harus membaginya menjadi 5 bagian. Dengan begitu kamu dapat mengatur pengeluaranmu dengan baik".
2. Dana 1: Biaya Hidup
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
Pilih makanan yang murah. Untuk sarapan kamu cuma perlu susu dan telur. Makan siang bisa kamu isi dengan menu sederhana dan buah. Memasaklah sendiri untuk makan malam. Menunya cukup dua jenis sayur dan segelas susu sebelum tidur. Selama badanmu masih muda, kamu tidak akan bermasalah dengan pola makan seperti ini”.
3. Dana 2: Menjamu Teman
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Perluas pergaulanmu. Ini akan membuat kamu jadi pribadi yang berkembang. Gunakan uang ini untuk biaya telepon dan mentraktir teman. Ingat, teman yang kamu jamu haruslah yang lebih dari kamu. Dia harus punya semangat yang lebih darimu, lebih kaya dari kamu atau punya pengaruh dalam perkembangan karirmu. Dalam setahun, kamu akan punya banyak teman. Dan dikenal sebagai orang yang baik dan pemurah”
4. Dana 3: Dana Belajar

http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Karena kamu belum punya banyak uang, kamu harus fokus ke belajar. Sisihkan uang untuk beli buku setiap bulan. Resapi dan pelajari apa yang diajarkan di buku itu. Setelah selesai membaca, tuliskan lagi isi bukunya sesuai dengan pemahamanmu. Jangan ragu-ragu juga untuk mengikuti pelatihan yang bisa meningkatkan kemampuanmu”

5. Dana 4:  Uang Untuk Wisata

http://ilmuakuntans.blogspot.com/
 “Pergilah berwisata minimal sekali setahun. Tinggal saja di hotel yang murah agar mengemat biaya. Gunakan kesempatan ini untuk mengisi ulang energimu agar kamu tetap bersemangat dalam bekerja”
6. Dana 5: Dana Investasi
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Belajarlah untuk berinvestasi. Masukkan uang ke bank sebagai modal awal. Cara termudah adalah datang ke penjual grosir, lalu cari barang yang bisa kamu jual lagi. Saat kamu sudah bisa menghasilkan uang dari bisnis kecil-kecilan ini, kamu akan bersemangat untuk belajar bisnis lebih banyak lagi”
7. Berhematlah Soal Belanja Pakaian
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Tekanlah pengeluaranmu untuk belanja pakaian. Kamu bisa beli semua yang kamu mau saat kamu sudah kaya nanti. Lebih baik gunakan uangmu untuk membeli kado bagi orang-orang terdekat. Jelaskan kepada mereka impian, cita-cita dan apa yang sedang kamu kerjakan untuk mencapainya. Buat mereka paham kenapa kamu sangat berhemat”

Tentang Mengobarkan Semangat Kerja
8. Setahun Pertama Belum Juga Naik Gaji?
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Kalau kamu sudah berjuang selama 1 tahun dan belum juga naik gaji, itu tandanya kamu tidak berkembang sebagai individu. Pergilah ke supermarket terdekat, beli tahu yang terkeras yang bisa kamu temukan. Pukul kepalamu dengan tahu itu. Kamu pantas mendapatkannya”
9. Jangan Cepat Puas
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Saat gajimu naik tapi masih sekitar 15%, itu artinya kamu harus mencari pekerjaan tambahan. Cobalah berjualan. Menjadi pedagang memang menantang, tapi kamu akan banyak belajar soal apa yang bisa diterima pasar dan apa yang tidak. Kamu juga akan bertemu orang-orang yang akan berpengaruh bagi karirmu kelak. Hampir semua pengusaha sukses adalah pedagang yang baik”

Tentang Bersikap Saat Masih Miskin Dan Saat Sudah Kaya

10. Perbuatan Baik Dan Kekayaan
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Jika merasa dirimu miskin, belanjakan uangmu untuk orang lain. Saat kamu sudah kaya, barulah belanjakan uang untuk dirimu sendiri. Kebanyakan orang justru melakukan yang sebaliknya.”
11. Kamu Harus Keluar Dan Rela Dimanfaatkan Saat Masih Miskin
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Ketika dirimu masih miskin, keluarlah lebih banyak dan jangan sering di rumah. Saat sudah kaya, kurangilah intensitas keluar dan habiskan lebih banyak waktu di rumah. Ini adalah seni kehidupan yang sering dilupakan orang”
12. Pemurahlah Saat Miskin, Jangan Menghamburkan Uang Saat Kaya
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Saat kamu masih miskin, belanjakanlah uang agar orang lain bisa melihat. Saat sudah kaya, jangan biarkan orang lain melihat kamu sebagai pribadi yang suka berfoya-foya. Dengan melakukan ini hidupmu akan mencapai titik keseimbangan”

Muda, Miskin, Tapi Ingin Kaya? Bisa Kok!

13. Kamu Gak Perlu Takut Miskin
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Yang harus kamu tahu adalah bagaimana berinvestasi untuk meningkatkan kemampuanmu. Kamu harus memahami apa yang paling penting di hidupmu, di bagian mana kamu harus menginvestasikan waktu dan tenaga lebih banyak.”
14. Semua Bisa Direncanakan
http://ilmuakuntans.blogspot.com/
“Hal-hal baik yang terjadi dalam hidup bisa direncanakan. Kebahagiaan bisa diatur. Kamu harus turun tangan untuk mengaturnya mulai dari sekarang”

Selasa, 30 September 2014

Memperbaiki Kesalahan Rekonsiliasi Bank

Memperbaiki Kesalahan Rekonsiliasi Bank
Pada artikel sebelumnya kita sudah mengerti bagaimana mendeteksi kesalahan dalam akuntansi dan tips - tips untuk memperbaiki kesalahan tersebut. Kita tahu bahwa langkah awal membuat laporan keuangan adalah dengan mempersiapkan rekonsiliasi bank baik secara manual ataupun dengan sistem komputer. Namun meskipun kita membuat rekonsiliasi dengan menggunakan sistem komputer sekalipun tidak akan luput dari kesalahan. Kali ini kita bersama - sama akan mempelajari tips - tips bagaimana mencari dan memperbaiki kesalahan rekonsiliasi bank.

Pertama, lihat dan seleksi dari beberapan kesalahan paling umum yang terjadi saat membuat rekonsiliasi bank dibawah ini
Posisi buku :
  • Saldo awal salah.
  • Total deposito salah
  • Cek register salah. 
  • Biaya bank pada laporan bank yang belum ditemukan.
  • Kesalahan transposisi. 
  • Ada penambahan atau pengurangan kesalahan. 
Posisi bank :
  • Saldo awal bank tidak tercatat dengan benar. 
  • Deposito dalam perjalanan bulan lalu tidak disertakan. 
  • Deposito dalam perjalanan bulan ini tidak disertakan. 
  • Cek beredar yang tidak benar-benar beredar. 
  • Sebuah cek yang beredar tidak dicatat sebagai cek beredar. 
Selanjutnya adalah sepuluh tips untuk menemukan kesalahan dalam rekonsiliasi bank
  1. Tentukan jumlah antara saldo buku dan saldo bank. Apakah saldo buku besar atau lebih kecil dari bank?
  2. Apakah jumlah saldo tampak masuk akal? Periksa daftar deposito, cek beredar dan laporan bank.
  3. Jika menemukan jumlah yang benar kita harus berpikir bagaimana jumlah itu bisa menyebabkan masalah. 
  4. Jika tidak menemukan jumlah angka yang benar maka kita perlu untuk menentukan apakah masalah ini terkait dengan kenaikan saldo atau penurunan saldo di posisi buku. Caranya, cari  ringkasan jumlah kredit laporan bank dan jumlah ringkasan deposito di posisi buku. Kembali ke ringkasan jumlah kredit dari laporan bank. Kurangi deposito berjalan dari bulan lalu dan tambahkan deposito berjalan yang baru lalu kurangi penyesuaian deposit pada bank yang tidak termasuk dalam deposito di posisi buku. Namun jika hasilnya sama, masalahnya ada dibagian penurunan. Gunakan proses yang sama untuk mengetahui seberapa jauh kesalahan dalam bagian penurunan. Jumlah semua transaksi di posisi buku yang mencakup cek, biaya bank, dan potongan lainnya dengan saldo bank selama satu bulan. Kemudian kurangi total debit bank dengan cek yang beredar bulan lalu dan tambahkan cek yang beredar bulan ini. Tambahkan atau kurangi potongan bank lainnya yang tidak termasuk di posisi buku. Bandingkan total keduanya dengan laporan bank dan laporan buku. 
  5. Bandingkan setiap catatan cek register terhadap cek pada laporan bank. Kebanyakan kesalahan yang ditemukan di sini misalnya, 10 diambil sebagai 100, atau 4 tampak seperti 9, atau 3 seperti 8. Kesalahan lain yang umum adalah menambahkan cek yang dibatalkan (Voided Check).
  6. Bagian dari Langkah Kelima adalah untuk mencatat kembali daftar baru cek beredar. Seringkali kesalahan muncul di sini. Sebuah cek mungkin sudah dikliring tetapi dalam pembukuan bulan lalu belum dipindah. 
  7. Jika sejauh ini belum ketemu kesalahannya, kita perlu secara sistematis memeriksa kembali setiap biaya bank yang tercantum pada laporan bank. Kadang-kadang, pada halaman terakhir terdapat biaya bank yang bisa saja kita tidak melihatnya. 
  8. Jika masih mencari setelah diperiksa ulang semua transaksi, termasuk deposito, cek, semua memo debit dan kredit dan masih belum ketemu letak salahnya maka mungkin salahnya pada saldo awal. Periksa saldo awal apakah sama dengan saldo akhir bulan lalu. Apakah saldo akhir bank sesuai dengan saldo awal pada rekonsiliasi bank.
  9. Jika belum juga mendapatkan hasil yang memuaskan satu-satunya jalan adalah dengan mengulanginya secara keseluruhan dengan hati - hati untuk memastikan. Pergi perlahan, meninggalkan batu unturned. Hal ini ada! Jika Anda telah menyeluruh dan hati-hati untuk memastikan bahwa semua transaksi sudah tercatat dengan benar baik pada posisi bank dan posisi buku. 
  10. Beristirahatlah sejenak jika merasa lelah dan lanjutkan untuk menemukan kesalahan pada hari berikutnya.
Tips ini bersumber dari artikel John W. Day, MBA. Semoga bermanfaat.